See U When I See U


goodbye

Jakarta, 28 Oktober 2016

Laiknya seseorang yang sedang sakaratul maut, nafas sudah di ujung tenggorokan.  Sedari pagi, itu yang terasa. Segala perang batin, intimidasi, sentimen pribadi dan debat kusir yang menguras tenaga selama setahun ke belakang akan segera berakhir. Ya, hari itu, Jumat,  adalah hari terakhirku bekerja.

Sangat berat meninggalkan tim ini. Jujur, dari pengalaman sebelumnya baru di sini yang amat terasa teamwork-nya. Kita solid melawan segala bentuk ‘pembenaran’. Kita solid melawan segala bentuk pelemahan divisi. Kita solid melawan segala bentuk pembodohan dan diskriminasi. Walaupun kita sadar, sama-sama sadar bahwa kekuasaan kita terbatas, kekuasaan kita dibatasi oleh struktur organisasi lebih tepatnya.

Keputusan untuk meninggalkan tim ini dengan segala perjuangannya sungguh sangat sulit. Perlu waktu beberapa bulan sampai benar-benar yakin harus mengambil langkah itu. Karena ku percaya, menjalin persahabatan tidak mesti harus bertatap muka setiap hari. Pesanku, teruslah menjadi diri kalian sendiri. Jangan risaukan omongan orang, karena setiap orang membaca dunia dengan pemahaman yang berbeda. Terus melangkah di jalan yang baik, meski terkadang kebaikan seringnya tidak dihargai.

Someday you’ll be in same position with me, yep, celebrating your farewell!!  Keep on Fighting ! Good Luck! Merdeka ! Keep in Touch!  See u on Top!

Dipalak Banci


Hal yang paling Saya hindari ketika berada di Bogor ini adalah berjalan seorang diri ketika malam hari. Kalau ketemu setan di malam hari mungkin hal yang biasa, namun yang luar biasa (menurut Saya) dan paling Saya takuti dari kesemuanya adalah bertemu Banci. Banci merupakan makhluk nomer satu yang paling Saya takuti di muka bumi ini, nomer duanya: pocong. Dan Sayangnya, di kota Bogor ini dengan mudahnya mereka bisa kita jumpai di pinggir jalan ketika malam menjelang. Saya berharap agar tidak pernah berpapasan lagi dengan mereka ketika jalan. Bukannya Saya benci dan tidak menghormati hak mereka atas jalan yang mereka pilih (dengan menjadi seorang Banci), namun yang Sangat mengganggu Saya adalah perilaku mereka. Saya berkata demikian bukannya tanpa alasan. Ada beberapa pengalaman yang kurang menyenangkan ketika berada di dekat mereka.Read More »

20


Bukan bermaksud ingin menyaingi mas Donny Dhirgantoro dengan judul novel yang  terkenal selalu berkaitan dengan angka yaitu 5 cm dan 2, tapi tulisan Saya kali ini hanya ingin mengekspresikan sebuah ‘pencapaian kecil’ Saya dimana ini merupakan postingan Saya yang ke dua puluh. Mungkin segera timbul pertanyaan dari benak Anda mengapa Saya begitu antusias akan hal ini.

Ada begitu banyak alasan. Pertama, tulisan ini menyambung dari tulisan pertama Saya di blog baru ini sebelumnya yang berjudul ‘Tulisan Pertamaku di WordPress’. Didorong oleh rasa keadilan yang harus ditegakkan (lebaaay .. :D), tulisan pertama saja diekspresikan dalam bentuk tulisan, kenapa yang ke dua puluh ini tidak, betul ?  😉 . Alasan kedua yaitu kepuasan mencapai target. Bagi Anda seorang blogger yang terbiasa nge-blog di blog sebelumnya (blogspot) kemudian dituntut untuk nge-blog di tempat lain (wordpress), tentunya menjadi kepuasan tersendiri jika sudah mencapai target 20 postingan dalam waktu kurang lebih sebulan ini.Read More »

Ini ngetem, nak ..! (Sebuah tamparan bagi sopir angkot)


Tidak seperti di hari-hari biasa, di bulan Ramadhan ini Saya selalu sulit untuk berangkat ngampus. Awal-awal masuk kuliah kemarin terjadi kesalah pahaman akan jadwal masuk kuliah. Saya mengira masuk kuliah dimulai jam 08.30 seperti yang diberlakukan pada angkatan-angkatan sebelum kami. Namun, ternyata jadwal masuk kuliah tetap jam 08.00. Untungnya Ketika itu Saya sampai ke kampus jam 08.05, hanya terlambat 5 menit. Tapi tetap saja itu dihitung terlambat  …  just my luck! Read More »

Kantor Impianku


Saat baru awal-awal kuliah dahulu, Saya begitu mendapatkan banyak sekali motivasi disini, di BEC. Salah satunya adalah datang dari dosen Pengantar Administrasi Perkantoran saya ketika, Ibu Yuni Sutari, SE. Pada setiap kesempatan dalam mengajar, beliau selalu memberikan kejutan, dalam hal ini adalah motivasi yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah tentang mengejar mimpi/cita-cita. Teringat dahulu beliau pernah memberikan tugas kepada kami tentang bagaimana tipe kantor idaman kita kelak di masa mendatang. Dan inilah cerita Saya …

Kelak ketika Saya lulus dari BEC nanti, Saya harus bisa mewujudkan salah satu impian saya, yakni menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Saya ingin mempunyai sebuah rumah produksi berlantai tiga dimana untuk lantai satu akan Saya fungsikan untuk bisnis distro. Kemudian untuk lantai dua akan Saya gunakan sebagai studio editing film, animasi, desain dan segala sesuatu yang berhubungan dengan multimedia. Dan untuk lantai tiga akan Saya gunakan untuk tempat tinggal (mess) karyawan-karyawan Saya yang tempat tinggalnya jauh dari kantor. Read More »

Kebiasaan


Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing. Kebiasaan itu relatif berbeda antar orang satu dan yang lainnya. Begitu pula dengan saya. Entah mengapa semenjak masih duduk di bangku SMP saya memiliki kebiasaan yang aneh, yakni tidak bisa tidur.

Tidak bisa tidur disini bukan berarti murni tidak tidur, namun selalu tidur lewat dari tengah malam. Padahal tidak banyak yang saya kerjakan ketika kebiasaan itu terulang setiap malamnya. Hanya sekedar menonton TV sambil ngopi bisa jadi cara ampuh untuk menunggu rasa kantuk itu tiba.Read More »

Tulisan Pertamaku di WordPress


Setelah sekian lama menghilang dari dunia perblogan, kali ini Saya datang kembali dengan blog yang baru. 🙂

Bagi sahabat yang selama ini sudah menjadi pembaca setia blog saya yang sebelumnya yaitu http://damasdwi.blogspot.com/ tidak perlu bingung karena melihat beberapa postingan saya di blog lama tersebut yang saya tampilkan lagi disini.

Ini adalah tetap saya, Damas Dwi,  seorang Life Observer yang masih haus akan pengalaman hidup dan berambisi untuk membaginya secara cuma-cuma untuk Anda.Read More »