SEPENGGAL KISAH DUNIA PENDIDIKAN KITA


Uniknya berita pendidikan di Indonesia, banyak sekali pelajar dan mahasiswa berhasil mengukir prestasi di ajang kompetisi ilmiah di dunia Internasional. Hampir setiap tahun pelajar Indonesia meraih penghargaan tingkat internasional dan menjadi berita pendidikan.

Namun, itu berbalik 180 derajat ketika media massa menayangkan berita pendidikan nasional yang penuh dengan dinamika. Berita pendidikan kita, banyak diwarnai oleh kejadian pilu, mengenaskan dan tangis air mata.

Berita pendidikan nasional sering mengulas tawuran pelajar, kesurupan massal pada pelajar putri belum lagi gedung sekolah banyak yang ambruk sehingga tak layak digunakan proses belajar mengajar.

♦♦♦

Good News

Siapa bilang Indonesia negara gagal? Sebagaimana dilansir kemdiknas.go.id berdasarkan penelitian dari The Fund for peace and Foreign Policy, 2011 Indonesia masih jauh lebih unggul dari beberapa negara Eropa, seperti Bosnia and Herzegovina. Riset ini mengulas tingkat keberhasilan sebuah negara yang diukur dari beberapa indikator.

Ada banyak pelajar Indonesia yang berprestasi di luar negeri yang sayangnya tidak banyak pula diberitakan kepada masyarakat Indonesia.Sebagai contoh, pada bulan februari kemarin, tiga mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan studi di Swiss mengukir prestasi cemerlang. Ketiganya meraih gelar kehormatan Bachelor of Business Administration. Tiga mahasiswa Indonesia itu adalah Nastita Rani Arydayita, Wahyudi Liliana Nurfitria, dan Siahaya Benecia Avilla. Mereka juga meraih gelar Northwood University untuk bagian hotel, restoran dan manajemen resor.

Selain itu, prestasi cemerlang lainnya juga pernah ditoreh oleh Tim Matematika Indonesia yang berasal dari mahasiswa peraih medali dalam Olimpiade Nasional MIPA (ONMIPA) 2012 berpartisipasi dan berprestasi  dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) Ke- 19. Kompetisi Matematika yang telah berlangsung sejak tahun 1994 ini diselenggarakan selama tujuh hari dari tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus 2012. Prestasinya adalah sebagai berikut:

Berikut adalah prestasi tim IMC indonesia:

  1. Raja Oktovin P. Damanik point 43 dari UI (Perak)
  2. Ronald Widjojo point 40 dari ITB (Perak)
  3. Made Tantrawan point 36 dari UGM (Perak)
  4. Satria Stanza P. point 33 dari ITS (Perunggu)
  5. Yohanes point 29 dari UPH (Perunggu)
  6.  Kistosil Fahim point 20 dari ITS (Honorable Mention)
  7. Bernanrd Imanuel point 20 dari UI (Honorable Mention)
  8. Rizky Reza Fauzi point 14 dari UI (Honorable Mention)

Bad News

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, banyak pemberitaan buruk ketimbang pemberitaan baik dari dunia pendidikan nasional kita. Memang, kenyataan di lapangan menunjukkan seperti itu, tapi mbok ya jangan se-extreme itu lah.  Dikit-dikit bad news, dikit-dikit bad news. Dari pagi sampai malam beritanya bad news. Tolong, kita  bosan dengan pemberitaan media massa di Negara ini!

♦♦♦

Bad News is a Good News, filosofi itulah yang sekarang ini masih dianut oleh banyak media massa di negeri kita tercinta, Indonesia. Percaya atau tidak, pemberitaan seperti itu bisa mempengaruhi perilaku manusia. Sehingga hidup kita akan selalu diliputi perasaan takut, curiga, dan penuh sikap apatis. Mulai detik ini, katakan “Tidak!” untuk Bad News, dan katakan “Ya!” untuk Good News.

Iklan

4 thoughts on “SEPENGGAL KISAH DUNIA PENDIDIKAN KITA

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s