Keadilan Untuk Muslim Minoritas


Keadilan. Tidak akan ada habis rasanya jika kita membicarakan tentang hal yang satu ini. Sebuah ‘rasa’ yang selalu orang-orang tuntut dalam setiap orasi demonstrasi mereka. Sebegitu pentingkah keadilan itu hingga orang-orang menuntut dan  mencarinya?

Lantas apakah sebenarnya keadilan itu? Menurut wikipedia, adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku. Dalam Al Quran, kata ‘adl disebut juga dengan qisth (QS Al Hujurat 49:9).

Keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun strata sosial. Namun kenyataannya selalu saja ada diskriminasi terhadap suku dan agama tertentu dalam sebuah negara. Dalam hal ini adalah Islam. Beruntunglah Anda, saudara muslimin dan muslimahku yang bisa menjalani hidup dengan tenang sebagai seorang muslim di negara kita tercinta, Indonesia. Mengapa demikian? Karena saudara muslim kita di luar sana sangat sulit menjalankan hidupnya sebagai muslim.

Hidup menjadi kaum minoritas, mereka selalu mendapatkan tekanan. Ada begitu banyak pelanggaran HAM yang terjadi terhadap kaum muslim di luar sana. Kasus yang teranyar adalah pembantaian kaum Rohingya, grup etnis pendatang dari India yang kebanyakan beragama Islam di Negara Bagian Rakhine Utara di Myanmar Barat oleh junta militer maupun etnis Rakhine.

Kaum Rohingya, yang selama bertahun-tahun mendapatkan diskriminasi dan penolakan oleh Negaranya sendiri dan kini tidak mempunyai negara (stateless), dibatasi geraknya serta tidak mendapatkan hak atas tanah di negaranya sendiri. Rohingya bagaikan Palestinanya Asia Tenggara. Lalu kenapa pemerintah Myanmar membenci mereka? Jawabannya gampang saja. Sejak dahulu kala, orang-orang kafir sebenarnya menaruh kebencian terhadap umat Islam. Mereka tidak akan rela hingga kita umat Muslim berpindah keyakinan mengikuti kayakinan mereka. Dan pembantaian kaum Rohingya di Myanmar sudah jelas-jelas adalah bukan isu politik melainkan bentuk penolakan terhadap Islam.

Diskriminasi yang dialami Muslim Rohingya tidak terlepas dari Islam phobia yang melanda Barat pasca peledakan gedung WTC 11 September 2001. Disamping itu, Samuel Hungtington dalam bukunya Clash of Civilation menjelaskan bahwa pasca Perang Dingin musuh Barat bukan lagi komunis tetapi Islam. Kondisi ini memicu Barat skeptis tentang Islam. Dengan demikian, fakta ini memperjelas mengapa negara-negara Barat yang selalu menjujung tinggi nilai-nilai  HAM sangat lambat beraksi dan cenderung tidak peduli terhadap kasus genosida Muslim Rohingya di Myanmar. (Aspiannor MasrieDosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasiona Fisip Unhas)

Sebegitu benci kah Amerika terhadap Islam? Padahal penyerangan gedung WTC 11 September 2001 pun belum jelas terbukti dilakukan oleh Osama bin Laden, masih simpang siur faktanya. Ada begitu banyak fakta ilmiah yang justru mengarah kepada Amerika Serikat sendiri yang meledakkannya. Amerika Serikat balik dituduh dengan sengaja mengorbankan banyak warga negaranya demi mencari alasan untuk memerangi Islam. Temukan beberapa fakta ilmiah seputar penyerangan WTC di sini.

Terakhir, yang ingin Saya sampaikan adalah agar kita umat Islam agar segera merapatkan barisan. Jaga ukhuwah islamiyahnya dan harus banyak-banyak bersyukur hidup sebagai muslim di Indonesia. Mari kita tunjukkan keBhinneka Tunggal Ikaan kita. Dimana kita bisa hidup rukun di tengah perbedaan yang ada. Sebagai mayoritas pun kita bisa hidup tanpa mengucilkan yang minoritas. Berlaku adil, itu intinya.

Wallahu’alam bisshawab

Iklan

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s