Saya dan Etos Kerja


Etos berasal dari bahasa Yunani (akar katanya: ethikos) yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral (sumber: Wikipedia). Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang.

Pada Webster’s New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika.

Secara umum, etos kerja adalah respon yang unik dari seseorang atau kelompok atau masyarakat terhadap kehidupan; respon atau tindakan yang muncul dari keyakinan yang diterima dan respon itu menjadi kebiasaan atau karakter pada diri seseorang atau kelompok atau masyarakat.

Bagaimana etos kerja putra-putri Indonesia? Di republik ini, Jansen Sinamo menyajikan 8 Etos Kerja Professional dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kerja adalah Rahmat
  2. Kerja adalah Amanah
  3. Kerja adalah Panggilan
  4. Kerja adalah Aktualisasi
  5. Kerja adalah Ibadah
  6. Kerja adalah Seni
  7. Kerja adalah Kehormatan
  8. Kerja adalah Pelayanan

Berbicara tentang etos kerja, saya memiliki  sedikit pengalaman akan hal itu karena kebetulan pernah merasakan bekerja sebelumnya. Sedikit flashback ke masa SMK dulu, teringat akan pertanyaan seorang guru pengajar mata pelajaran PKnS (Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah) kepada Saya dan rekan-rekan sekelas ketika itu, beliau bertanya seperti ini: “menurut kalian jika dibandingkan mana yang lebih baik etos kerjanya antara seorang pegawai negeri dan pegawai swasta?”

Sontak seisi kelas pun sepakat dan menjawab, “pegawai swasta !”.

Ketika ditanya alasannya, kami pun menjawab bahwa berdasarkan fakta yang ada bahwa contoh kecilnya saja ketika seusai libur lebaran banyak sekali pegawai negeri yang membolos padahal seharusnya mereka sudah harus masuk kerja.

Setelah lulus dari SMK, berbekal dengan ijazah seadanya Saya memberanikan diri untuk pergi ke Bandung dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan di sana. Kemudian sesampainya disana Saya tidak lantas mendapatkan pekerjaan karena Saya pun cukup menyadari bahwa hanya dengan berbekal ijazah SMK sulit sekali untuk mendapatkan pekerjaan di kota  besar seperti Bandung ini. Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 bulan untuk mendapatkan pekerjaan di sana, itu pun bukan tempat yang ideal sebenarnya untuk dijadikan pilihan sebagai tempat bekerja. Namun Saya memutuskan untuk bekerja walaupun pada awalnya hanya setengah hati.

Selama bekerja disana kurang lebih 2 tahun, Saya memegang prinsip bahwa tujuan bekerja Saya di tempat itu adalah untuk belajar hidup mandiri. Namun tak hanya sekedar itu, di tempat itu Saya belajar banyak tentang arti persahabatan, kemandirian, tanggungjawab, kemampuan bertahan, adaptasi bahkan di tempat itu lah Saya merasakan betul apa yang namanya ‘etos kerja’.

Bagi kami seorang buruh, hidup serasa tidak adil. Hasil kerja keras kami tidak berbanding lurus dengan upah yang diberikan. Akan tetapi pemikiran seperti itu sirna seiring dengan rasa ikhlas yang lambat laun mulai tertanam di diri Saya. Ikhlas ketika mengerjakan sesuatu akan mempermudah kita dalam urusan tersebut. Bahkan kita bisa menikmati prosesnya walaupun menurut pandangan orang (apa yang kita kerjakan itu) nggak banget.

Waktu demi waktu bergulir akhirnya baru Saya ketahui bahwa perasaan ikhlas yang Saya rasa dalam bekerja pada saat itu adalah sebagian dari apa yang dinamakan etos kerja. Sebuah motivasi dalam bekerja, cenderung ikhlas (walaupun upah/gaji minim) dan semata-mata bekerja hanya untuk mendapatkan ridho dari illahi Robbi.

Demikian yang bisa Saya sampaikan semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf.

Salam,  🙂

Iklan

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s