Belajar dari Sang Bangau


Bangau. Dia memang hanya seekor binatang. Akan tetapi jika kita amati dan kita perhatikan akan ada pelajaran yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini darinya, bagaimanakah dan seperti apakah pelajaran yang Saya maksud itu?

Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf ‘V’. Apakah ini hanya kebetulan? Ternyata tidak. Hal ini dikarenakan dengan membuat formasi itu (V) terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat. Karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu.

formasi V burung bangau

 Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi, maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan. Ketika sang leader mengalami kesulitan dan merasa kelelahan, maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya. Hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari. Berlaku pula rasa saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat, saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat serta memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.

Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek. Hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri (individualistis) untuk akhirnya menghancurkan team.

Ketika salah satu Bangau jatuh sakit, maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan. Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.

—————-

Materi diatas Saya dapatkan dari guru semasa Saya masih bersekolah di tingkat SMK. Ketika itu beliau mengadakan presentasi motivasi. Hal itu dilakukan untuk menyemangati kami untuk bisa bekerja sama dalam tim dalam menyelesaikan tugas akhir kami (yang pada saat itu dikenal dengan istilah Project Work).

Dalam presentasinya, beliau memberi pesan kepada kami agar bisa belajar dari seekor bangau, seekor binatang yang dikenal memiliki rasa kekompakan dan gotong royong yang sangat bagus.

Di dalam tim, kita tidak diperbolehkan untuk selalu mengandalkan teman satu tim.  Kita tidak boleh menjadi beban bagi anggota tim yang lain. Jika kita mendapati diri kita memiliki kemampuan di bawah mereka saat menghadapi suatu permasalahan, hal bijak yang harus dilakukan adalah meminta bantuan kepada teman satu tim, dengan catatan bahwa sebelum itu kita mesti mencobanya terlebih dahulu dan menemui jalan buntu dalam penyelesaian masalah tersebut.

Begitu pula apabila kita menemukan teman satu tim kita mengalami kesusahan, diharuskan untuk segera membantunya. Jangan sampai hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Diperlukan kekompakan dalam tim untuk mencapai satu tujuan. Dan kekompakan itu bisa terjalin sesama anggota satu tim apabila semua anggota tim merasa mereka semua menganggap dirinya adalah saudara atas teman satu tim lainnya.

Semoga bermanfaat. Salam  🙂

Iklan

2 thoughts on “Belajar dari Sang Bangau

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s