20


Bukan bermaksud ingin menyaingi mas Donny Dhirgantoro dengan judul novel yang  terkenal selalu berkaitan dengan angka yaitu 5 cm dan 2, tapi tulisan Saya kali ini hanya ingin mengekspresikan sebuah ‘pencapaian kecil’ Saya dimana ini merupakan postingan Saya yang ke dua puluh. Mungkin segera timbul pertanyaan dari benak Anda mengapa Saya begitu antusias akan hal ini.

Ada begitu banyak alasan. Pertama, tulisan ini menyambung dari tulisan pertama Saya di blog baru ini sebelumnya yang berjudul ‘Tulisan Pertamaku di WordPress’. Didorong oleh rasa keadilan yang harus ditegakkan (lebaaay .. :D), tulisan pertama saja diekspresikan dalam bentuk tulisan, kenapa yang ke dua puluh ini tidak, betul ?  😉 . Alasan kedua yaitu kepuasan mencapai target. Bagi Anda seorang blogger yang terbiasa nge-blog di blog sebelumnya (blogspot) kemudian dituntut untuk nge-blog di tempat lain (wordpress), tentunya menjadi kepuasan tersendiri jika sudah mencapai target 20 postingan dalam waktu kurang lebih sebulan ini.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, terkadang bagi kita (seorang blogger), terasa sulit untuk nge-blog  jika inspirasi tidak kunjung datang. Namun terkadang pula inspirasi datang begitu banyak tetapi waktu untuk menuangkan ke dalam tulisan tidak ada. Maka dari itu, tulisan ke dua puluh Saya ini dirasa pantas untuk dieskpresikan. 🙂

Alasan lainnya yaitu, angka dua puluh mempunyai kesan yang begitu mendalam dalam hidup Saya. Di usia Saya yang ke dua puluh, Saya mengalami pertentangan batin yang begitu hebat. Suatu pertentangan batin yang menyangkut masa depan Saya. Saat itu, ketika masih bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Bandung, Saya mengambil keputusan yang tidak disangka-sangka oleh beberapa teman kerja Saya di sana: mengundurkan diri. Ya, mengundurkan diri. Padahal saat itu posisi Saya dinilai sudah aman dari ancaman PHK besar-besaran perusahaan kami, dan Saya diproyeksikan untuk menjadi Kepala Line (leader) di gedung yang baru saja selesai dibangun.

mengundurkan diri

Keputusan mengundurkan diri itu bukan tanpa alasan kuat. Selama Saya bekerja disitu, Saya tidak merasakan kenyamanan. Bagaimana tidak, untuk urusan ibadah pun sangat sulit dimana kami para karyawan dituntut untuk tidak meninggalkan mesin ketika sedang beroperasi. Selain masalah ibadah, masa depan Saya jika tetap bertahan di situ tidak menjanjikan. Untuk seorang pegawai yang berijazah SMK, apabila suatu saat Saya tidak diperlukan lagi oleh perusahaan itu (dirumahkan) maka sudah bisa ditebak Saya akan kesulitan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan.

Namun, hal terpenting lainnya yang menjadi prioritas Saya yaitu tentang menuntut ilmu. Saya berprinsip bahwa keinginan Saya untuk belajar tidak boleh mati hanya karena Saya sudah bekerja. Namun, di tempat kerja Saya itu jelas-jelas bertentangan dengan prinsip Saya tersebut. Bekerja di sana berat sekali, seakan-akan kita harus mencurahkan segala pikiran, tenaga, waktu kita hanya untuk perusahaan tersebut tanpa mendapatkan timbal balik yang sesuai dengan yang diharapkan.

Itulah beberapa alasan singkat mengenai tulisan Saya mengenai angka 20 ini. Semoga setelah tulisan ke dua puluh ini Saya masih diberikan kesempatan untuk menulis kembali hal-hal yang bermanfaat khususnya bagi diri Saya pribadi dan umumnya bagi Anda pembaca blog Saya.

Salam 🙂

Iklan

2 thoughts on “20

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s