Ini ngetem, nak ..! (Sebuah tamparan bagi sopir angkot)


Tidak seperti di hari-hari biasa, di bulan Ramadhan ini Saya selalu sulit untuk berangkat ngampus. Awal-awal masuk kuliah kemarin terjadi kesalah pahaman akan jadwal masuk kuliah. Saya mengira masuk kuliah dimulai jam 08.30 seperti yang diberlakukan pada angkatan-angkatan sebelum kami. Namun, ternyata jadwal masuk kuliah tetap jam 08.00. Untungnya Ketika itu Saya sampai ke kampus jam 08.05, hanya terlambat 5 menit. Tapi tetap saja itu dihitung terlambat  …  just my luck!

Pada hari kedua dan seterusnya Alhamdulillah saya tidak terlambat karena berkaca pada pengalaman awal masuk tadi. Namun, masuk tepat waktu itu bukannya tanpa perjuangan. Justru sebaliknya, perjuangan berat harus dilakukan. Seperti contoh : Saya mesti menahan diri untuk tidak tidur sehabis sahur (sebagai konsekuensinya terkadang Saya ketiduran di angkot dan tidur berjama’ah saat pergantian mata kuliah), bertarung melawan ganasnya hawa dingin yang menusuk tulang.

Dari kesemuanya, perjuangan di dalam angkotlah yang paling berat. Saya hidup di kota Bogor di mana program penghijauan sangat betul-betul diterapkan. Dalam hal ini penghijauan oleh warna hijau dari angkot-angkot yang bertebaran di kota yang terkenal dengan julukan Kota Hujan tersebut. Hehe ..

Tempat tinggal Saya di kebon pedes, itu berarti jika ingin pergi ke kampus Saya yang lokasinya ada di Cimahpar ini mengharuskan Saya untuk dua kali naik angkot (07 merah kemudian disambung 05 merah). Saya menolak untuk ngekost seperti teman-teman Saya yang lain karena menurut Saya antara biaya ongkos pergi-pulang dan biaya hidup ngekost akan sama saja bila dikalkulasikan. Selain itu, kenyamanan dan fokus menjadi prioritas Saya.

Selama hampir setahun ini, ada begitu banyak pengalaman Saya di dalam angkot rute yang Saya tempuh. Dari mulai mobil yang Saya tumpangi menabrak mobil dari trayek lain sehingga membuat Saya harus keluar dan kabur naik angkot lain, jagoan kamen (pengamen) yang terkadang memaksa, ibu-ibu dengan barang belanjaannya yang bejibun, orang gila yang tersasar masuk angkot, ketiduran di angkot (khusus untuk ini alhamdulilah belum pernah kebablasan :)), bertemu dengan kawan lama dan guru semasa SMP dulu, diturunin oleh si sopir angkot, hingga satu hal yang tentunya kawan jengkelkan pula yaitu : ngetem!

angkot di kota Bogor

Ya, ngetem! Untuk masalah diturunin oleh si sopir angkot di tengah-tengah perjalanan masih bisa saya maklumi. Tapi untuk yang satu ini.. weitz… tidak bisa .. !

Dari jaman saya naik angkot hingga sekarang, kebiasaan si sopir angkot ini untuk ngetem menjadi hal yang sangat saya tidak sukai. Wajar jika ngetem semenit-dua menit, seringkali durasi ngetem mereka sungguh tidak rasional. 5 MENIT – 10 MENIT! YA!

Dengan entengnya sambil merokok dan menyetel lagu keras-keras, tanpa perasaan bersalah mereka menghambat perjalanan kami para penumpang dan membuang-buang waktu kami untuk urusan  yang tidak jelas. Seringkali Saya lebih memilih untuk turun dan tidak membayarnya karena untuk apa membayar juga toh Saya belum sampai ke tempat tujuan.

Namun pengalaman hari jum’at kemarin (27/7), membuat Saya tersenyum puas penuh kemenangan, lha kenapa memangnya?

Ceritanya begini, hari jum’at kemarin Seperti biasa Saya naik angkot 07 merah jurusan Ciparigi-Merdeka. Penuh dengan penumpang, angkot pun segera meluncur setelah Saya masuk ke dalam angkot. Sesampainya di Plaza Jambu Dua Bogor, penumpang semakin berkurang, menyisakan Saya dan seorang ibu dengan anak perempuan kecilnya yang masih belum sekolah. Setelah angkot bergerak maju melanjutkan perjalanan, si anak begitu terlihat antusias. Sepanjang perjalanan, dia bernyanyi dengan lantangnya. Nyanyiannya membuat Saya terjaga dari rasa kantuk yang menyergap dan sejenak membuat Saya ingin tertawa karena lucunya :).

Kemudian, sudah bisa ditebak karena penumpang hanya tinggal kami bertiga, si angkot pun ngetem  di jalan Jend. Sudirman Bogor, seberang Bogor Permai :(. Awalnya Saya bersikap sabar, maklum lagi puasa. Setelah beberapa menit berselang, penumpang pun sudah mulai menaiki angkot yang Saya tumpangi, kira-kira waktu itu angkot kami masih bisa dinaiki oleh dua orang lagi. Tiba-tiba timbulah percakapan seperti ini antara si ibu dan anaknya tadi:

“Ma, lampu merah tandanya apa?” tanya si anak dengan lugunya.

“berarti kendaraan harus berhenti”, jawab si ibu dengan sabarnya.

“terus kalo kuning sama ijo?”

“Kuning berarti hati-hati dan ijo berarti kendaraan diharuskan jalan”

“Terus itu kan lampu ijo, kenapa mobilnya gak jalan ma? Memang macet bukan ma?”

JLEEEBBP!  Sebuah busur panah meluncur tajam ke dada sang sopir. Dilanjutkan oleh tamparan keras ke arah wajahnya:

“Ini ngetem, nak .. bukan macet jawab si ibu dengan santainya

 Setelah mendengar percakapan itu, sontak si sopir angkot langsung tancap gas. Para penumpang pun tak terkecuali Saya tersenyum ke arah sang anak. Menyambut baik sang pahlawan kecil kami itu. 🙂

Bagi Anda yang sama seperti Saya, Angkoterz (penumpang setia angkot), bila mendapati diri Anda berada sama persis di posisi Saya yaitu angkot ngetem, cobalah untuk meminta si sopir untuk segera berangkat. Syukur-syukur ditanggapi baik, namun bila si sopir tidak menunjukan reaksi yang kita inginkan jangan ragu untuk segera keluar dan pindah ke angkot lain. Dan bagi Anda sopir angkot yang membaca tulisan Saya, Semoga ini bisa dijadikan pembelajaran agar bisa memahami penumpang serta memberikan pelayanan yang baik.

Salam 🙂

Iklan

18 thoughts on “Ini ngetem, nak ..! (Sebuah tamparan bagi sopir angkot)

    • betul itu .. dan yang tua jangan marah karena disadarkan yang muda, seharusnya mencontoh seperti si sopir angkot itu yang segera bergegas menebus kesalahannya .. 😀

    • iya, mungkin karena dampak penjualan sepeda motor secara besar-besaran yang mengakibatkan jumlah angkoterz yang menurun sehingga angkot pada ngetem, betul? 😉

      #positive thinking

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s