Mengapa Saya Sering Menengadah Ketika Sedang Berfikir ?


Salam blogger!

Mumpung lagi melek dan nunggu sahur perdana juga, alangkah baiknya bagi Saya untuk kejar setoran postingan blog. Sebenarnya lagi gak ada inspirasi sih, tapi mau gimana lagi. hehhehehe :p

Sewaktu tadi bengong sejenak untuk cari inspirasi tulisan buat blog baru Saya ini, tiba-tiba teringat akan perkataan dosen Saya yang kurang lebih seperti ini (ketika mata kuliah Speaking berlangsung yang pada saat itu ada praktik presentasi): “Kalau lagi  berfikir wajar pandangan kalian ke atas, tapi jangan kelamaan sampe audiensnya dicuekin gitu..”

Kalau dipikir-pikir, entah secara sadar atau tidak, semua manusia memiliki kebiasaan yang sama ketika berfikir, yaitu : menengadah/melihat ke atas seakan jawabannya menggantung di atas kepala kita, hehehe :p

Penyebab kita menengadah ke atas ketika sedang berfikir, menggelitik rasa ingin tahu Saya. Dan akhirnya Saya pun menemukan jawabannya yang kurang lebih seperti ini. Cekidot:

Orang tidak mengenalnya secara secara luas, tetapi kebanyakan psikolog berpendapat orang mengunakan salah satu dari penglihatan, pendengaran, atau sentuhan ketika mereka mencari pemecahan mental untuk sesuatu. Citra, bunyi, atau perasaan dari masa lampau atau yang baru kita buat, menolong pemikiran kita. Misalnya, ketika seseorang mencoba mengingat berapa derajat sudut yang dibentuk kedua jarum jam pada pukul 10.00, pertama-tama boleh jadi ia mencoba membayangkan citra visual permukaan jam itu, kemudian memusatkan perhatian pada angka 10 dan 12, kemudian memusatkan perhatian, pada jarum besar yang menunjuk angka 12 dan jarum kecil yang menunjuk angka 10 (30 derajat). Bagaimanapun, digunakan citra visual yang berdasar pada indera penglihatan.

Ahli-ahli psikologi yang dididik secara khusus, yang dikenal sebagai neurolinguis, berpendapat gerakan-gerakan mata tertentu memperlihatkan indera apa yang sedang diandalkan dalam suatu gagasan tertentu. Sesungguhnya, ada tujuh gerakan. Bila mata bergerak:

  • “Ke kanan atas” memperlihatkan citra-citra yang diingat secara visual
  • “Ke kiri atas” memperlihatkan sedang membentuk gambaran-gambaran baru secara visual
  • “Langsung ke kanan” menunjukkan bunyi-bunyian atau kata-kata yang diingat secara auditif (dengan pendengaran)
  • “Langsung ke kiri” memperlihatkan sedang membangun bunyi-bunyian atau kata-kata secara auditif
  • “Ke kanan bawah” menunjukkan bunyi-bunyian atau kata-kata secara auditif
  • “Ke kiri bawah” menunjukkan perasaan-perasaan kinestetik yang dapat mencakup penciuman dan pengecapan
  • “Lurus ke depan” menunjukkan bahwa informasi sedang diakses

Kalau teori ini benar, terkadang kita memandang ke atas kalau kita berpikir untuk menarik gambaran visual lama atau baru untuk membantu mengingat. Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Isikan komentar:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s